Proyek Jembatan Lamongan Babat Disorot Publik Transparansi
KABUPATEN LAMONGAN, JAWA TIMUR – Proyek penggantian struktur Jembatan Kesambi di jalur nasional Lamongan–Babat kini menjadi sorotan publik. Nilai kontrak mencapai Rp17,182 miliar dengan masa pengerjaan 292 hari kalender. Namun, setelah tiga pekan berjalan, pekerjaan baru sebatas pengerukan.
Anggaran Besar, Progres Minim
Warga sekitar menilai proyek ini berjalan lamban. “Sudah hampir satu bulan hanya dirusak saja, belum diteruskan,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya. Publik mempertanyakan efektivitas penggunaan dana besar untuk jembatan sepanjang 22,6 meter.
Dampak Ekonomi dan Mobilitas
Kemacetan di jalur nasional Lamongan–Babat akibat proyek ini menimbulkan kerugian ekonomi. Mobilitas masyarakat terganggu, sementara transparansi pelaksanaan proyek dianggap minim. Kondisi ini memicu ketidakpercayaan terhadap akuntabilitas penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara.
Kewenangan Pemerintah Pusat
Kepala Dinas Perhubungan Lamongan, Gianto, menegaskan proyek ini merupakan kewenangan pemerintah pusat. Hingga berita ini diturunkan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 4.5 Provinsi Jawa Timur belum memberi keterangan resmi terkait keterbukaan informasi publik.