Proyek Rabat Beton Lamongan Diduga Bermasalah, Publik Sorot
KABUPATEN LAMONGAN, JAWA TIMUR – Proyek rabat beton ruas jalan Mantup–Sambeng senilai Rp4,1 miliar menuai sorotan masyarakat. Pekerjaan yang dilaksanakan oleh CV Surya Adhi Daya dengan volume 1.133 meter, lebar 6 meter, dan tinggi 0,20 meter kini terlihat retak-retak meski belum lama selesai. Publik mempertanyakan kesesuaian spesifikasi dengan Rencana Anggaran dan Biaya.
Dugaan Ketidaksesuaian Spesifikasi
Seorang warga yang memahami teknis jalan menyebutkan ketebalan bangunan dan mutu beton tidak sebanding dengan nilai kontrak. “Saya hitung kasar, volumenya sekitar 1.359,6 m³. Jangan sampai ketebalan di lapangan kurang dari 20 cm,” ujarnya. Hal ini memunculkan dugaan adanya ketidaksesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan.
Kualitas Beton Dipertanyakan
Warga lain juga meragukan mutu campuran beton serta pemadatan tanah dasar yang dianggap tidak merata. Kondisi retak-retak pada bangunan menambah keraguan publik terhadap kualitas proyek yang didanai APBD Kabupaten Lamongan Tahun 2026.
Harapan Audit Transparan
Masyarakat berharap inspektorat dan BPK Perwakilan Jawa Timur segera melakukan audit investigatif, termasuk uji beton dan core drill. “Ini uang rakyat, harus jelas dan transparan,” tegas salah satu warga. Hingga berita ini diturunkan, pihak dinas terkait belum memberikan keterangan resmi atas temuan di lapangan.